Pahala Seorang Guru

Seorang wanita datang menjumpai Fatimah binti Rasul dan berkata, “Aku memiliki seorang ibu yang sudah tua. Untuk melakukan shalat ia mengalami kesulitan. Ibuku mengirimku kesini untuk menanyakan beberapa pertanyaan”. Wanita itu menanyakan sejumlah pertanyaan. Satu demi satu pertanyaan itu dijawab dengan detail dan cermat oleh Fatimah. Kemudian wanita itu malu untuk bertanya lagi dan berkata, “Wahai putri Rasul! Cukup sampai di sini. Aku merasa sungkan bertanya terus menerus”.

Fatimah berkata: “Jangan kawatir! Bertanyalah sebanyak yang engkau suka! Aku akan menjawabnya dengan senang hati. Seandainya engkau diupah untuk mengangkat barang ke suatu tempat, sementara upahnya adalah istana apakah engkau akan menolak mengangkat barang itu?”. Wanita itu berkata, “Tentu tidak! Aku tidak akan merasa lelah dan bosan karena dibalik kerja keras itu bayaran yan besar ada di depan mataku”.

Fatimah melanjutkan, “Ketahuilah bahwa untuk setiap jawaban yang aku berikan, Allah saw memberikan pahala seluas bumi dan seisinya. Dengan pahala sebesar itu bagaimana aku merasa bosan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ibumu? Ayahku telah berkata, Ketika ulama dibangkitkan pada hari kiamat, Allah swt memberikan pahala kepada mereka sesuai keluasan ilmu mereka dan usaha mereka untuk menyadarkan umatnya. Setiap ulama diberikan sejuta pakain dari cahaya. Kemudian malaikat berseru, Wahai ulama yang telah membimbing umat Muhammad dengan ilmu kalian, maka sebesarman mereka memanfaatkan ilmu kalia, maka sebesar itu kalian berhak memperoleh pahala! Bahkan untuk sebagian mereka hanya diberikan seratus ribu pakaian. Setelah pakaian itu dibagikan, Allah swt berfirman, Sekali lagi berikan pakaian kepada mereka sampai pakaian mereka sempurna”.

“Kemudian datang perintah agar hadiah itu digandakan, demikian juga mengenai murid-murid ulama yang menurunkan ilmunya kepada murid-murid berikutnya untuk mereka pahala yang berlipat-lipat.

Kemudian Fatimah berkata kepada wanita itu, “Satu benang dari pakaian itu seribu lebih baik dari semua yang diterangi oleh matahari. Karena kenikmatan dunia bercampur dengan kesulitan dan kesusahan, sementara nikmat akhirat tiada memiliki kekurangan dan cela”.

Hikmah :

Kisah tersebut menjelaskan betapa besar keutamaan menyampaikan ilmu kepada orang lain. Setiap ilmu yang diberikan pahala yang besar bagi seorang guru, pahala akan berlipat apabila ilmu itu diamalkan dan akan berlipat pula pahala seorang guru apabila muridnya menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain. Dan setiap orang lain tersebut menyampaikan ilmunya kepada orang lain lagi berlipat terus pahala tak terbatas bagi seorang guru. Bahkan setelah meminggal dan berlalu ratusan tahun apabila ilmu tersebut terus disampaikan kepada orang lain pahala besar terus mengalir padanya.

Konteks ilmu tentu tidak terbatas pada ilmu agama. Namun ilmu pengetahuan secara umum yang dapat memberikan kemaslahatan di dunia ini terlebih guna kemaslahatan kehidupan di akhirat kelak.

Comments
3 Responses to “Pahala Seorang Guru”
  1. cahyo suryono mengatakan:

    kisah2 nabi muhammad saw sangat menginspirasi

    • arrofiq mengatakan:

      banyak kisah menggambarkan keagungan akhlak Rasulullah, tapi sebenarnya akhlak Rasulallh lebih agung dari apa yang pernah kita dengar..

  2. darmawan mengatakan:

    saya suka dengan artikel ini, semoga kita semua mendapatkan keridhohan ALLAH, SWT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: