Mengenal Bid’ah

Bagi yang belum pernah mendengar kata bid’ah atau sudah pernah mendengar tapi belum mengerti maksudnya, maka pada kesempatan ini penulis ingin mengulas tentang bid’ah.

Pengertian Bid’ah
Secara bahasa bid’ah berarti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. (Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 1/91, Majma’ Al Lugoh Al ‘Arobiyah-Asy Syamilah).

Sedangkan secara istilah menurut Al Imam Asy Syatibi bid’ah adalah istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Sedangkan menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bid’ah adalah i’tiqod (keyakinan) dan ibadah yang menyelishi Al Kitab dan As Sunnah atau ijma’ (kesepakatan) salaf. Al Fairuz Abadiy menyebutkan pengertian bid’ah secara istilah adalah suatu hal yang baru dalam masalah agama setelah agama tersebut sempurna.

Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa bid’ah adalah hal-hal baru dalam hal agama yang menyerupai dan dianggap ibadah yang dilakukan tanpa dalil dan contoh dari Rasulullah setelah Islam dinyatakan sempurna.

Dalil Adanya Bid’ah

Beberpapa dalil tentang bid’ah antar lain:

Dalil berupa hadist dari Rasulullah:

  1. “Dan jauhilah olehmu hal-hal (ciptaan) yang baru (dalam agama). Maka sesungguhnya setiap hal (ciptaan) baru (dalam agama) itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR Abu daud dan At-Tirmidzi, dia berkata Hadits hasan shahih).
  2. “Barangsiapa mengada-adakan pada perkara kami ini, sesuatu yang bukan darinya, maka itu adalah tertolak”.(HR Bukhari dan Muslim).
  3. “Barangsiapa melakukan amalan, bukan atas perintah kami, maka amalan itu tertolak”.(HR Muslim).
  4. “Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah dan sebagus-bagusnya tuntunan adalah tuntunan Mnbammad dan urusan yang paling jelek adalah sesuatu yang diada-adakan (dalam agama) dan setiap yang diada-adakan (dalam agama) itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setap kesesatan itu (tempatnya) di neraka.” (Dikeluarkan dengan lafadz ini oleh An- Nasa’i dalam As-Sunan 3/188 dan asal hadits dalam Shahih Muslim 3/153)

Dari beberapa hadist di atas jelas sekali Rasulullah menyebutkan bahwa setiap amalan baru dalam agama maka akan tertolak. Bahlkan disebutkan bahwa setiap setiap hal baru dalam agama adalah bid’ah dan bid’ah itu sesat, sementara sesuatu yang sesat.

Dalil dari Al Qur’an:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagi kalian.” (Al-Maa`idah:3).

Apabila Allah SWT sendiri telah menyatakan bahwa Islam telah sempurna mengapa pula kita berani menambah-nambah syariat yang telah disempurnakan oleh Allah tersebut.

Taklid dan Tajdid, penyebab seseorang berbuat dosa.

Taklid dan tajdid merupakan dua hal yang menyebab seseorng berbuat bid’ah.

Taklid berarti meniru atau mencontoh tokoh-tokoh tertentu yang dihormati seperti kiyai, syekh, habib atau ulama yang menjadi panutan. Bahasa sederhananya adalah ikut-ikutan. Taklid atau meniru atau mencontoh tokoh-tokoh seperti tersebut memang boleh. Tapi tidak dibenarkan taklid secara membabi buta, artinya meniru apapun yang dilakukan oleh panutan kita tanpa mengetahui benar salah atau dalil yang digunakan.

Sedangkan tajdid berarti beribadah tanpa ilmu. Hal lebih berbahaya dari taklik. Seseorang bisa jauh tersesat apabila beribadah tanpa mengetahui kebenaran dari ibadah tersebut.  Beribadah yang sesuai sunah namun si abid (ahli ibadah) tidak mengetahui ilmu sunah tersebut akan mengurangi nilai pahala. Apalagi bila ibadah yang dilakukan adalah ibadah sesat. Sungguh berbahaya.

Maka perlu kiranya apabila kita akan beribadah, ibadah apapun kita mengetahui ilmunya terlebih dahulu. Jangan sampai kita hanya meniru tanpa tahu ilmunya sekalipun orang yang kita tiru adalah orang yang sudah termasyur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: